Tampilkan postingan dengan label lego cerita curcol catatan celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lego cerita curcol catatan celoteh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 September 2017

Bakat Menulis?

Setelah lama sekali 'mandeg' menulis, di kuliah perdana kemarin aku seperti mendapat motivasi atau semangat untuk menulis lagi. Bertemu dengan dosen yang juga punya kebiasaan menulis dan sudah menelurkan beberapa karya tulis menurutku bukanlah hal yang kebetulan. Kuanggap sebagai 'kode' bahwa ini adalah saat untuk merekam kembali hikmah. Lebih-lebih, kini aku berada dalam naungan lembaga sumber ilmu, STAI Ma'had Aly Al Hikam Malang, yang oleh dosen Ulumul Quran, Pak Rahmat, M.Pd I dikatakan, Al Hikam adalah Hikmah-hikmah.

Beliau lantas mengikuti makna itu dengan kisah pengalaman nyata tentang banyak hikmah yang seringkali menemani beliau mengarungi kehidupan, semenjak menginjakkan kaki di tanah Al Hikam. Mulai dari perjalanan menulis, karir, sampai dengan jodoh.

Minggu, 30 Oktober 2016

Penghujung Oktober

Hanya ingin mengisi, agar tak kosobg seperti bulan sembilan. Sebab sekali terlewat tak mungkin bisa kembali. Sepatah, dua kata. Aku akan memaksa otakku bercerita. Tentang apa saja, kecuali pilkada DKI. Sebab terlalu riuh sudah.
.
Aku mulai dari lego ninjago KW, dengan harga bervariasi, dari dua ribu, tiga ribu dan lima ribu rupiah. Jauh bila dibandingkan produk asli yang seharga dua puluh ribu rupiah. Namun tentu saja, ada harga ada kualitas.

Lego KW, detailnya kalau jauh bila dibandingkan yang asli. Namun, dengan keluasaan menata kaki dan tangan, lego KW cukup artistik untuk diolah menjadi model foto. Dipadu padankan dengan mode makro dan beberapa tanaman, maka bisa kita hasilkan foto unik yang 'bercerita.'

Tak lupa, aku bersyukur dengan adanya gawai baru yang tak baru, Oppo Neo 5. Dengan bekal kamera belakang yang 8 Mp, bermain fotografi kian menyenangkan. Dibanding gawai android pertamaku advan e1c yang hanya dibekali kamera 1.3 Mp.

Aku dari kecil suka bermain action figur, menata lego menjadi kota. Dan mulai bermain drama. Ketika kini aku mempunyai alat yang canggih, sayang rasanya bila tak dimanfaatkan. Sekalian juga sebagai ajang mengenang masa lalu.

Oktober tanggal 30. Ini artinya, perjuanganku tinggal sebulan lagi. Sangat berharap, bulan depan aku akan sudah menghalalkan dia yang kini mengisi hati. Yang itu artinya, aku sudah harus menyelesaikan studi Quran yang kini tengah kutekuni.

Akhirnya, waktu bermain dan belajar harus proporsional. Lebihlebih dalam bermain media sosial. Dengan mengambil napas panjang, kuucap basmalah dan kulangitkan harap. Semoga semua lancar, manfaat, sesuai rencana, dan diridhoi Allah.

AM. Hafs
Sgs, 30 Oktober 2016

Anda pengunjung ke

Statistikku