“Siapa yang sudah niat dari rumah? Tunjuk tangan!” tanya Ustadz Sholeh pada santri-santrinya setelah membaca doa pembuka.
Hanya dua orang yang menunjuk tangan, dari sepuluh anak yang hadir.
“Kalian ini gimana? Udah berkali-kali diingatkan, masih saja sering lupa. Sekarang hari Jumat, kalian ingat waktunya apa?”
Hening, “Hafalan juz ‘amma, Mas.” Hanya Firman yang menyahut.
“Oke, waktunya hafalan. Siapa yang tadi sore belajar?”
Mencoba membaca tiap cermin jiwa yang hadir, dan merangkainya menjadi tutur indah nan menggugah.
Tampilkan postingan dengan label Ustadz Sholeh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustadz Sholeh. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Januari 2015
Selasa, 16 Desember 2014
Sholeh dan Santrinya (Mencium Cewek?)
Seperti biasa, di hari Rabu, setelah magrib aku mengajarkan kaligrafi pada ashhabul gubug junior (sebutan untuk santri Si Sholeh). Setelah itu, kami bersholawat bersama, dengan syi'ir hasil gubahanku. Mau tahu seperti apa sholawatnya? Seperti ini,
Sholaatulloh salaamulloh
'Ala thoha Rosuulillah
Sholaatulloh salaamulloh
'Ala yaasiin habibillah
Anak sholeh rajin mengaji
Tingkah lakunya sopan terpuji
Anak sholeh tak suka menyakiti
Rajin ibadah suka memberi
Sholaatulloh salaamulloh
'Ala thoha Rosuulillah
Sholaatulloh salaamulloh
'Ala yaasiin habibillah
Anak sholeh rajin mengaji
Tingkah lakunya sopan terpuji
Anak sholeh tak suka menyakiti
Rajin ibadah suka memberi
Senin, 06 Oktober 2014
Sholeh dan Santrinya. (Episode laporan Bian) / Fiksimini
Sehabis maghrib tiap hari Jumat. Sholeh mengajar ngaji anak-anak kecil umuran TK dan SD di Surau yang tak jauh dari rumahnya.
Di tengah kegiatan hafalan juz amma, tiba-tiba ada yang nyeletuk. Bian namanya, santri gembul kelas 2 SD. Dia bilang, "Mas, Nirta pacaran sama Freanda."
Di tengah kegiatan hafalan juz amma, tiba-tiba ada yang nyeletuk. Bian namanya, santri gembul kelas 2 SD. Dia bilang, "Mas, Nirta pacaran sama Freanda."
Langganan:
Postingan (Atom)