Saat aku menulis ini, setengah jam lagi menuju Hari Sumpah Pemuda. Kala itu, 28 Oktober 1928. Semangat persatuan begitu menggelora. Memenuhi dada yang dipenuhi darah perjuangan untuk kebebasan dan perlawanan terhadap penjajah.
Pemuda dahulu bersatu melawan bangsa asing, yang telah jelas sifat permusuhannya. Sedang pemuda sekarang, bersatu dalam kelompok-kelompok memerangi kelompok lain, daerah lain, suku lain, agama lain yang sejatinya adalah teman mereka sendiri.
Mencoba membaca tiap cermin jiwa yang hadir, dan merangkainya menjadi tutur indah nan menggugah.
Tampilkan postingan dengan label Sumpah Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumpah Pemuda. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Oktober 2014
Langganan:
Postingan (Atom)