Selasa, 24 Mei 2016

Sebagai Kakak

Sebagai kakak, aku merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada adikku. Apalagi jika mengenang masa kecil dulu, di mana aku sering sekali menyakitinya. Bahkan pernah menendang sampai hidungnya berdarah. Barangkali, kalau saat itu ia ditanya, "Siapa orang yang kamu benci di dunia ini?" Ia akan menjawab, "Kakakku."

Semenjak lulus SMA, aku mulai menyadari, betapa masa lalu kami sungguh buruk. Karena itu, aku mulai mencoba menebusnya. Sedikit hadiah di kala ulang tahun, sedikit uang jajan ketika gajian. Ah semuanya serba sedikit. Satu hal yang besar, mungkin hanyalah impian untuk menguliahkannya. Namun, alih-alih mewujudkan mimpi, semenjak ia bekerja, malah aku yang diberinya uang saku. Menyesakkan kadang-kadang. Padahal, aku merasa belum tuntas membayar rasa bersalah. Di sisi lain, aku juga masih berkutat dalam misi pribadi membenahi hidup. Membuatku bingung, mana hal yang harus lebih dulu kuprioritaskan. Di hadapan semua itu, aku terus memupuk keyakinan, bahwa bersama kesulitan, pasti ada kemudahan. Bahkan dua lipat kemudahan. 

-AM. Hafs

Rabu, 09 Maret 2016

Taman Wisata Air Krabyakan

Mengisi liburan hari ini, secara mendadak aku bersama keenam temanku mengunjungi sebuah tempat rekreasi yang bernama Krabayakan. Terletak di Desa Sumber Ngepoh, Kec. Lawang, Kab. Malang. Sebuah tempat rekreasi yang masih asri dan alami.

Rute ke tempat ini dimulai dari gang sebelah toko/warung Mungil, depan pasar Lawang. Setelah belok kiri di gang tersebut, lurus ke arah timur sampai menemui gapura tanda masuk Desa Sumber ngepoh.

Gapura :

Dari gapura ini, pertigaan pertama belok ke kanan. Lurus sampai pertigaan berikutnya, kemudian belok kanan.

Sebelum masuk ke tempat wisata yang berupa kolam dan pemandian ini, Anda akan disuguhi hamparan sawah dan pemandangan khas pedesaan. Lokasinya di kelilingi oleh bukit-bukit yang cukup membuat mata menjadi segar kembali.

Senin, 07 Maret 2016

Mimpi atau Relita?

Mimpi atau realita? Begitu judul sebuah give away di sebuah blog yang kuikuti. Kau tahu, beberapa hari ini aku 'sakau' kepada sebuah pertanyaan. Di dalam tempurung otakku, terasa ada sesuatu yang ingin keluar tapi tak ada jalan keluar. Dan pagi ini, setelah menelurkan beberapa artikel aku merasa lebih hidup. Itulah kenapa kemudian kata mutiara, "Menulis membuatku lebih hidup" kutempelkan di bagian bawah kanan blog ini.

Mimpi atau realita? Begitu mendapati pertanyaan ini, otakku segera bekerja. Menggali kemungkinan-kemungkinan. Menggali pengalaman yang kemudian lahir sebagai tulisan beriku, yang percayalah bahwa sebelumnya aku pun tak pernah memikirkannya. Seperti sebuah kejutan begitulah rasanya kaetika aku menemukan sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan.


Mimpi atau Realita?

Anda pengunjung ke

Statistikku