Sabtu, 07 Februari 2015

Mengambil Fatwa dari Internet, Bolehkah?

"Lagi apa, Bung. Serius amat kelihatannya?" kantor ketika tengah rehat di kantin.

"Ini lagi searching hukumnya orang yang jimak di siang hari bulan Ramadhan."

Aku tertawa, "mentang-mentang pengantin baru."

Dia terkekeh. "Aku penasaran sama olok-olokannya teman-teman. Katanya kalau Ramadhan, "itu"-nya juga harus puasa. Jujur, sih baru denger. Maklum, aku sama istri basisnya dari TK sampai kuliah di umum. Ngaji cuma sampai SD doank."

Aku mengernyitkan dahi. Kemudian mengambil kursi di depannya dengan menaruh sandaran kursi di posisi depan dan mendudukinya. Kami kenal sudah sekitar 3 tahunan. Berawal dari rekrutan angkatan yang sama, membuat kami akrab. Kami sering berbagi mengenai masalah-masalah kantor. Tapi untuk masalah pribadi, sepertinya baru kali ini.

"Joinan ya?" kataku yang dijawab dengan anggukan. Tanganku meraih kopi susu yang terhidang. Setelah meneguknya sedikit aku pun mulai berceloteh.

"Boleh tanya-tanya?"

Jumat, 06 Februari 2015

Keterpaksaan Membawa Nikmat

Mengutip peringatan dari Al Quran yang mewanti-wanti bahwa, "Sesungguhnya Setan adalah musuh yang nyata bagimu." Dalam bab setan, bukan hanya islam, tapi semua agama -yang diakui di Indonesia- pun sepakat bahwa setan adalah musuh. Pada hakikatnya, musuh selalu mendorong kepada keburukan. terutama ketika seorang manusia ingin berbuat baik, ada saja kendala. Tapi yang terbanyak tentunya dari diri sendiri. Karena itu, kebaikan perlu dipaksakan untuk melawan godaan yang ada. Tidak hanya dari Setan, godaan yang bernama kemalasan timbul dari nafsu sendiri.

Dalam banyak hal, keterpaksaan sering diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga diantaranya yang bisa dijadikan contoh, salat, menuntut ilmu, dan bekerja.

Kamis, 05 Februari 2015

5 Tips Menulis Cerita Anak

Menulis cerita anak dalam rentan usia 7 hingga 12 tahun, agaknya gampang-gampang susah. Terutama apabila yang dijadikan POV-nya adalah si anak. Selain butuh pendalaman karakter, bahasa yang digunakan pun harus mudah dipahami. Untuk menyiasati hal tersebut, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Sering membaca cerita anak. Terutama yang ada di buku-buku paket pelajaran Bahasa Indonesia atau majalah anak, seperti Bobo, Anak Saleh, Kejora, dan lain-lain. Hl ini berguna untuk mempelajari tata bahasa yang umum diberikan kepada mereka.

2. Berinteraksi dengan anak. Dengan sering berinteraksi, kita akan mampu mengenali karakter anak. Sehingga pendalaman karakter bisa lebih maksimal. Karena dunia anak, berbeda dengan dunia dewasa ataupun remaja. Pendalaman karakter tidak hanya soal bahasa, tapi dalam menuliskan cara berpikir pun perlu diperhatikan. Jangan sampai kita menulis karakter seorang anak SD tapi gaya berpikirnya terlalu dewasa.

3. Menyiasati POV. Jika kedua hal di atas telah dilakukan, tapi masih kesulitan untuk menghidupkan karakter. Kita bisa memakai alternatif dengan menggunakan POV 3, yang tidak terlalu menuntut penokohan pada karakter utama. Bisa juga dengan menggunakan POV 1 dari sisi orang tua. Untuk POV tersebut, kita hanya perlu mendalami karakter sebagai orang tua. Tentunya lebih mudah, bukan?

4. Pesan dalam cerita. Berbeda dengan menulis cerpen untuk media, yang terkadang bisa menggunakan ending menggantung. Kalau cerita anak, kita diharuskan menyajikan dengan resolusi yang jelas. Kenapa harus? Karena anak-anak akan lebih mudah mencernanya. Selain itu, sangat tidak dianjurkan membuat kisah dengan tema percintaan. Karena hanya akan meracuni moral. Seyogyanya, cerita mengandung tema persahabatan, menuntut ilmu, akhlak, atau tentang mengejar cita-cita.

5. Diselingi humor. Humor, jika dalam penyajian makanan berfungsi sebagai bumbu pelengkap atau kerupuk. Yang membuat tulisan lebih sedap atau renyah. Dengan kadar yang pas dan humor cerdas. Anak akan menyukai tulisan kita. Sehingga terhindar dari rasa jenuh dan bosan. Untuk itu, penulis cerita anak sebaiknya sering membaca buku Nasruddin,  Abu Nawas, atau buku cerita humor jenaka lainnya.

Itulah, 5 tips menulis cerita anak yang bisa kubagikan. Tips kususun berdasarkan pengalaman mendongeng tiap hari Rabu bersama guru-guru kecil. Semoga bemanfaat.

AM. Hafs
Malang, 05 Februari 2015

Tulisan ini dipublish juga di Lovrinz.com

Anda pengunjung ke

Statistikku